Waspadai Tekanan Darah Rendah

Ketika konsentrasi tubuh berkurang, penglihatan berkunang – kunang, pusing, pucat dan bahkan bisa pingsan. Hal ini bisa menjadi suatu gejala tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah bisa terjadi ketika tekanan darah kurang dari 90 mmHg pada sistolik atau 60 mmHg pada diastolik.

Pada normalnya, orang yang berusia dibawah 60 tahun memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg dan tekanan darah dibawah 150/90 mmHg untuk usia diatas 60 tahun. Jika kamu mengalami suatu tekanan darah yang turun secara tiba – tiba sekitar 20 mmHg, hal tersebut dapat membahayakan tubuh. dari faktor pemicunya yang berbeda – beda, tekanan darah rendah juga bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ini beberapa jenis hipotensi berdasarkan kapan terjadinya penurunan tekanan darah.

Waspadai Tekanan Darah Rendah

1. Hipotensi ortostatik

Merupakan suatu kondisi turunnya tekanan darah ketika berubah posisi, misalnya saja ketika tiba – tiba bangkit dari posisi duduk atau tidur ke posisi berdiri. Terjadinya suatu penurunan tekanan darah biasanya lebih dari 20/10 mmHg. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penglihatan yang berkunang – kunang dan menurunnya keseimbangan tubuh, sehingga hal ini juga berisiko tubuh terjatuh dan kehilangan kesadaran.

2. Hipotensi postprandial

Suatu penurunan tekanan darah sekitar 20 mmHg dalam dua jam setelah makan. Jenis hipotensi ini juga umum dialami orang yang berusia lanjut, terutama mereka yang mengidap penyakit Parkinson atau kelainan pada sistem saraf otonom. Penyebab tekanan darah rendah ini belum bisa dipastikan, namun bisa berkaitan dengan karbohidrat yang tinggi.

3. Hipotensi vasovagal

Tekanan darah rendah yang terjadi ketika seseorang berdiri terlalu lama. Tekanan darah rendah ini lebih sering dialami oleh anak – anak, misalnya saja berdiri lama ketika upacara. Rasa sakit juga bisa menjadi salah satu penyebab tekanan darah rendah jenis ini. Jika penderita mengalami pingsan, penderita hipotensi vasovagal ini pada umumnya akan sadar kembali dalam kurun waktu yang singkat.

4. Hipotensi akut

Tekanan darah rendah yang terjadi ketika organ tubuh tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup secara tiba – tiba. Kondisi seperti ini biasanya berhubungan dengan kondisi tubuh yang syok karena berbagai penyebabnya seperti infeksi berat, pendarahan dalam jumlah yang besar, dehidrasi, serangan jantung atau karena alergi anafilaksis.

5. Hipotensi kronis

Tekanan darah rendah yang disebabkan karena suatu kondisi tubuh yang bersifat jangka panjang seperti suatu penyakit Addison dan gagal jantung.

Selain beberapa hal yang sudah dijelaskan diatas, tekanan darah rendah juga bisa saja disebabkan karena suatu efek samping dari obat seperti obat antihipertensi, anemia dan hipotiroidisme. Suatu kondisi tubuh seperti dehidrasi, kehamilan dan gangguan ritme jantung juga bisa menyebabkan tekanan darah rendah.

Leave a Reply

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh